Super User

Super User

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM - Tim Forum Kota Baubau sehat kembali menggelar pertemuan khusus di sekretariat Forum Senin (13/4/2026). Pertemuan ini fokus evaluasi capaian penilaian kota sehat.

Ketua Forum Kota Baubau sehat Drs Tamsir Tamim yang memimpin langsung pertemuan menegaskan, agenda ini sebagai salah satu persiapan penilaian Kota Sehat tahun 2027. 

"Kita melakukan evaluasi terkait hasil penilaian Tim pusat pada tahun lalu, setelah itu kami pastikan dokumen apa yang harus dilengkapi. Tentunya kita akan sesuaikan dengan indikator Tim pusat," kata Tamsir Tamim.

Tamsir menambahkan, pemenuhan indikator ini kembali akan dikomunikasikan dengan OPD terkait sesuai dengan porsi tatanan yang ditangani.

"Kita tetap akan komunikasikan dengan OPD terkait, karena idealnya kami dari Forum hanya menjadi mediator pemenuhan indikator tatanan," tambah Tamsir Tamim.

Sekretaris Forum Kota Baubau sehat Imran Kudus mengatakan, pasca pertemuan evaluasi ini akan dibuat rekomendasi untuk dikoordinasikan dengan OPD terkait. Setelah itu kembali akan dilakukan sinkronisasi dalam rangka penilaian Kota sehat periode berikutnya.

"Kita akan menghimpun semua masukan Tim pusat, setelah itu dibuat rekomendasi kepada pihak OPD untuk melakukan pembenahan. Karena ada beberapa yang butuh koordinasi dengan berbagai pihak," kata Imran Kudus.

Untuk pembahasan awal, tatanan penanggulangan bencana yang pertama jadi topik pembahasan. Diketahui, ada beberapa dokumen yang belum memenuhi syarat sesuai indikator penilaian. Selain itu Tatanan Perkantoran dan Perindustrian juga turut menjadi fokus pembahasan.

"Kita akui ada beberapa dokumen yang memang belum memenuhi syarat. Ini yang akan jadi fokus rekomendasi," tambah Imran Kudus lagi.

Untuk diketahui, Forum Kota Baubau sehat telah beberapa tahun terakhir mengawal program ini. Bahkan, telah melibatkan pemerintah dan masyarakat dengan menghadirkan Forum Kecamatan dan Pokja Kelurahan sehat.

Pertemuan ini selain dihadiri ketua dan pengurus forum, juga dihadirkan para koordinator wilayah setiap kecamatan SE kota Baubau. (Rin/Red)

 

- Dukung Pelestarian Budaya dan Dorong Ekonomi Lokal

BUTON, GAGASSULTRA.COM – Terobosan yang dilakukan Pemerintah Desa Barangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton untuk melestarikan budaya diwujudkan dengan langkah konkret, dengan menggelar kegiatan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton. Kegiatan ini bakal digelar 18 - 19 April 2026.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Pemerintah Desa Barangka yang dipimpin langsung Kepala Desa, Ir. Sutarman, S.T bersama perangkat desa, tokoh adat, Babinsa, serta masyarakat, melaksanakan rapat pembentukan panitia yang di gelar di Aula Kantor Desa Barangka, Minggu (12/04/2025).

Kepala Desa Barangka, Ir. Suharman, S.T, pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton sebagai wadah pelestarian identitas budaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong Desa Barangka sebagai pusat pelestarian budaya transportasi tradisional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Kepala Desa Barangka, Kabupaten Buton, Sutarman saat pimpin rapat pembentukan panitia Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton

Selain itu, kata Sutarman, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. “Kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat identitas budaya masyarakat Buton,” ungkapnya. 

Festival ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal di daerah.

Tokoh adat Desa Barangka turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival ini. Mereka menilai bahwa transportasi tradisional, seperti perahu khas daerah, merupakan bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat pesisir yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembentukan struktur panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, pemuda, hingga perwakilan masyarakat. Pembentukan panitia ini diharapkan dapat memperlancar koordinasi dan persiapan kegiatan, baik dari segi teknis pelaksanaan maupun partisipasi masyarakat.

Perwakilan Babinsa Desa Barangka menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung sekaligus mengamankan jalannya kegiatan festival, sehingga dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Selain menampilkan berbagai bentuk transportasi tradisional, festival ini juga akan diramaikan dengan kehadiran pelaku UMKM yang menyajikan beragam makanan tradisional khas Desa Barangka. Kehadiran UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik festival sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Dian Budiman, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam rapat tersebut. Ia menegaskan, festival ini merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah desa, tokoh adat, Babinsa, dan seluruh masyarakat. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal dalam menghidupkan kembali budaya transportasi tradisional di Pulau Buton serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap warisan leluhur.

“Harapan kami, festival ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi bisa menjadi agenda berkelanjutan yang berdampak pada pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam rapat tersebut. Warga berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisata serta memperkuat perekonomian desa.

Dengan terbentuknya panitia dan dukungan dari berbagai pihak, Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang membanggakan bagi masyarakat Desa Barangka serta wilayah Pulau Buton secara umum.(Hasrin Ilmi/Red) 

 

 

BAUBAU, GAGASSULTRA.COM – H. Yusran Fahim kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Baubau untuk periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PPP yang digelar di Villa Nirwana, Kota Baubau, Minggu (12/04/2026).

Yusran Fahim kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan Muscab menegaskan, Muscab menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus menjadi titik balik perjuangan partai ke depan.

Foto bersama kader PPP Kota Baubau

“Alhamdulillah, dengan terpilih kembali berarti ada tugas baru yang kita hadapi. Ini adalah amanah besar dari partai. Kita harus menambah kursi di DPRD tingkat dua, DPRD tingkat satu, dan yang utama kita harus kembali ke Senayan,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh kader dan pengurus, baik di Kota Baubau maupun wilayah Kepulauan Buton (Kepton), untuk bekerja bersama dalam mewujudkan target politik tersebut.

“Harapan saya kepada seluruh kader dan pengurus, mari kita bekerja bersama supaya apa yang kita rencanakan bisa tercapai. Yang paling utama kita harus kembali ke Senayan. Untuk DPRD tingkat dua dan tingkat satu, insyaAllah sudah bisa kita proyeksikan,” tambahnya optimis.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulawesi Tenggara (Sultra), Rachmawati Badallah, menyampaikan, PPP menggunakan sistem formatur dalam Muscab, dan Yusran Fahim dinilai sebagai kader terbaik untuk memimpin DPC Baubau.

“Saya selalu melihat beliau sebagai politisi yang dewasa. Wilayah kita ini terdiri dari daratan dan kepulauan yang memiliki tantangan berbeda, dan beliau mampu menjalankan peran itu dengan baik,” ujarnya.

Rachmawati juga menyinggung komitmen PPP dalam mendorong pembentukan Provinsi Kepulauan Buton. Menurutnya, meskipun saat ini masih terkendala moratorium pemekaran daerah, perjuangan tersebut harus terus digaungkan.

“Kita percaya ini hanya soal waktu. Moratorium pasti akan terbuka, dan insyaAllah Provinsi Kepulauan Buton bisa terwujud. Ini adalah aspirasi masyarakat yang harus terus kita perjuangkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa target utama PPP Sultra adalah kembali meraih kursi di DPR RI atau Senayan, melalui kerja-kerja elektoral yang terstruktur dari pusat hingga ke tingkat ranting.

“Saya yakin dengan kepemimpinan H. Yusran Fahim, PPP bisa meningkatkan perolehan kursi, baik di DPRD kota, DPRD provinsi, maupun DPR RI,” tutupnya.

Pelaksanaan Muscab DPC PPP Kota Baubau secara umum berjalan dengan baik dan suasana penuh kekeluargaan sesuai dengan AD/ARTHROPODA Partai. (Hasrin ilmi/Red) 

 

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau periode 2025-2028 resmi dilantik, Minggu (12/04/2025). Pelantikan dipimpin Ketua Wilayah IDI Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. La Ode Rabiul Awal, SP.B., Subsp.BD(K), dirangkaikan dengan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bentuk penguatan kapasitas tenaga medis dan edukasi masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Hj. Sitti Aryati Yusran, serta Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu dalam sambutannya berharap kepengurusan IDI yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi marwah profesi kedokteran. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kota Baubau.

“Kita telah mencapai banyak hal di bidang kesehatan, dan itu tidak terlepas dari peran IDI. Pembangunan kesehatan merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Dikatakan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Baubau saat ini telah melampaui angka 80, menjadikannya tertinggi kedua di Sulawesi Tenggara bahkan melampaui rata-rata nasional. 

Menurutnya, hal ini menjadi indikator kuat keberhasilan pembangunan SDM yang didukung oleh tenaga kesehatan, termasuk para dokter.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan secara kolaboratif. Salah satunya adalah peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau yang saat ini masih bertipe D.

Dalam upaya penanganan stunting, Pemkot Baubau juga berhasil menorehkan prestasi dengan memperoleh dana insentif sebesar Rp 3 miliar dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Wilayah IDI Sultra, dr. La Ode Rabiul Awal, mengaku bangga dengan pelantikan yang dirangkaikan dengan workshop BHD. Hal ini menunjukkan peran IDI sebagai edukator dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait penanganan kegawatdaruratan.

“Dengan edukasi ini, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan pertolongan pertama sebelum pasien sampai di rumah sakit,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan, IDI merupakan agen pembangunan daerah yang memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah. Untuk itu, pihaknya mengingatkan para dokter tidak semata berorientasi pada jasa dan kesejahteraan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan.

Di tempat yang sama, Ketua IDI Kota Baubau, dr. Hasrida Hamid, menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks.

Ia menegaskan komitmen IDI sebagai garda terdepan dalam menjaga profesionalisme, etika, dan mutu pelayanan medis di daerah.

“Pelantikan ini menandai pembaruan kepemimpinan yang diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif. Fokus kami pada penguatan kapasitas tenaga medis, optimalisasi sistem rujukan, serta peningkatan edukasi kesehatan publik,” tutupnya. (Hasrin Ilmi/Red)

 

​BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Ditengah kondisi keterbatasan anggaran atau efisiensi tidak boleh menjadi penghalang bagi Pemerintah Kota Baubau untuk terus melakukan inovasi pembangunan. Demikian diungkapkan 

Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, Dr. H MZ. Amirul Tamim, M.Si, saat memberikan pemaparannya selaku pemateri pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2027 di aula kantor Wali Kota Baubau, Rabu (08/04/2026).

​Dikatakan, jajaran aparatur pemerintah agar tidak hanya terpaku pada angka APBD dalam merancang program. Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan justru terletak pada perhitungan kemampuan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Selaku penyelenggara pemerintahan, jangan hanya menghitung APBD, tetapi hitunglah kemampuan masyarakat. Efisiensi bukan alasan untuk tidak berbuat dalam membangun Kota Baubau," tegas Amirul Tamim yang juga mantan Wali Kota Baubau dua periode ini. 

Untuk itu, pentingnya desain ruang publik yang strategis, seperti Pantai Kamali, Kotamara, Palagimata, hingga Wantiro. Kawasan-kawasan ini harus dirancang sebagai strategi ruang yang berpihak pada masyarakat.

​"Bagaimana menyiapkan Baubau dengan efisiensi? Itu tidak mahal. Tetapkan kawasannya, diskusikan dengan wakil rakyat, dan ingatlah bahwa Baubau adalah calon ibu kota provinsi. Libatkan para teknokrat untuk merancang ini secara matang," jelasnya. 

​Menurutnya, kondisi hinterland (daerah penyangga) Kota Baubau agar dioptimalkan fungsinya, baik sebagai kawasan pertahanan keamanan maupun kawasan pergudangan. Aksesibilitas juga menjadi poin krusial termasuk percepatan pembangunan jalan lingkar strategis yang menghubungkan Baubau dengan wilayah sekitar, seperti Buton Selatan.

​"Akses-akses harus dibuka. Jika kita salah dalam meletakkan dasar pembangunan dan tata ruang hari ini, maka harganya akan dibayar mahal oleh generasi mendatang,"imbuhnya.

​Pada kesempatan tersebut, Amirul Tamim juga mendorong Pemkot Baubau untuk mengambil langkah strategis dalam memperkuat sektor transportasi udara guna menghubungkan Baubau secara lebih efisien dengan daerah-daerah lain di Indonesia, demi mendukung posisi tawar kota sebagai pusat pertumbuhan di kawasan tersebut.(Hasrin Ilmi/Red) 

 

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2027, menjadi momentum krusial dalam menentukan arah masa depan kota di bawah kepemimpinan "Kerja Bersama".

Hal ini diungkapkan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE saat membuka Musrenbang RKPD Kota Baubau di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (08/04/2026). 

​Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Baubau Yusran Fahim menekankan bahwa tahun 2027 merupakan fase krusial karena merupakan tahun pertengahan pelaksanaan RPJMD 2025-2029. Pembangunan ke depan diarahkan untuk menjadi lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi.

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim saat membuka musrenbang RKPD Kota Baubau tahun 2027

Dalam kegiatan ini, ​Pemkot Baubau menetapkan tema besar untuk tahun 2027, yaitu ​pengembangan berbagai inovasi pembangunan, mulai dari pemajuan kebudayaan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi (TI)."Tema ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi komitmen kita membangun kualitas SDM, memperkuat identitas budaya, serta menghadirkan pelayanan publik yang modern dan transparan," ujarnya..

Memasuki tahun ketiga kepemimpinan, Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengajak seluruh jajaran untuk melakukan refleksi mendalam. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. ​Kondisi fiskal ini memicu langkah strategis berupa Review RPJMD Kota Baubau 2025-2029. Langkah ini diambil agar arah kebijakan daerah tetap selaras dengan kebijakan nasional dan program prioritas Presiden, namun tetap mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

​"Kita harus adaptif dan cermat. Setiap rupiah anggaran harus dipastikan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui rasionalisasi kegiatan yang kurang efektif,"ungkapnya.

​Wali Kota Baubau menggarisbawahi lima poin utama yang akan menjadi fokus di tahun 2027 yakni pertama pemajuan Kebudayaan dengan menjadikan nilai budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi. Kedua, ​Pendidikan dan Kesehatan dengan menjamin akses pelayanan yang merata untuk melahirkan generasi unggul.

​Ketiga, pemberdayaan ekonomi berupa penguatan UMKM dan ekonomi kreatif agar pertumbuhan ekonomi dirasakan seluruh lapisan. Keempat, infrastruktur dengan fokus pada konektivitas wilayah dan sarana pendukung pertumbuhan ekonomi. Kelima, ​tata kelola berbasis TI yakni digitalisasi layanan publik demi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

​​Menutup sambutannya, Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan mustahil dicapai tanpa sinergi. Pihaknya mengajak dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi.​"Melalui Musrenbang ini, saya mengajak semua pihak menyampaikan gagasan dan inovasi konstruktif. Kita ingin program yang tersusun benar-benar tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,"tutupnya. (Hasrin Ilmi/Red) 

 

KENDARI, GAGASSULTRA.COM – Bagi warga Kota Kendari yang hobi nongkrong sambil menikmati kopi, kini hadir tempat baru dengan konsep berbeda. Lot & Log Coffee Kendari resmi launching dan mulai beroperasi di kawasan Tapak Kuda Kendari.

Mengusung slogan “Ngopi Santai Sambil Trading”, kafe ini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung yang ingin bersantai sekaligus mencari peluang tambahan pendapatan melalui aktivitas trading.

Konsep yang dihadirkan menggabungkan suasana tradisional dengan nuansa komunitas yang hangat. Nama “Lot & Log” sendiri merepresentasikan filosofi mencari peluang atau “cuan” di tempat yang sederhana, yakni berbasis konsep kayu dan desain klasik yang nyaman.

Pengelola Lot & Log Coffee Kendari Salam menjelaskan, komunitas trading di kafe ini aktif setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 00.00 WITA, dengan waktu operasional yang lebih fleksibel pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu.

“Di sini pengunjung tidak hanya sekadar ngopi, tapi juga bisa berdiskusi, belajar, hingga praktik trading bersama komunitas,” ujarnya.

Selain menghadirkan konsep unik, Lot & Log Coffee Kendari juga akan dilengkapi dengan hiburan live music untuk menambah kenyamanan dan suasana santai bagi para pengunjung.

Dari sisi kuliner, kafe ini menyediakan berbagai menu, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat dengan cita rasa khas daerah yang siap memanjakan lidah pelanggan.

Kehadiran Lot & Log Coffee Kendari diharapkan dapat menjadi alternatif tempat nongkrong baru di Kota Kendari, khususnya bagi generasi muda yang ingin menggabungkan gaya hidup santai dengan aktivitas produktif.(Hasrin Ilmi/Red) 

 

BAUBAU,GAGASSULTRA.COM - Pemerintah Kota Baubau secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Baubau, Senin (06/04/2026). 

Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc mewakili Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD atas sinergi yang harmonis antara legislatif dan eksekutif. "Dukungan dan kerjasama ini menjadi kunci berjalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Baubau sepanjang tahun 2025 dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, sepanjang tahun 2025, struktur APBD Kota Baubau menunjukkan kinerja yang stabil. Pada Pendapatan Daerah terealisasi sebesar Rp 873,27 miliar atau mencapai 97,29% dari target Rp 897,51 miliar. Pencapaian ini didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat baik, yakni terealisasi Rp 140,98 miliar (99,28%).

Suasana sidang paripurna DPRD Kota Baubau dengan agenda penyampaian LKPJ tahun 2025

Kemudian, untuk belanja daerah dari anggaran sebesar Rp 917,95 miliar, Pemerintah Kota berhasil merealisasikan Rp 827,59 miliar (90,15%). Sedangkan untuk pembiayaan netto terealisasi sebesar Rp 20,44 miliar atau mencapai target 100%.

Dikatakan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026, tema pembangunan tahun 2025 berfokus pada Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan yang Berdaya Saing. Pemkot Baubau memprioritaskan penguatan kualitas SDM aparatur sebagai fondasi utama pembangunan. "SDM menjadi pondasi untuk menunjang tahap pembangunan selanjutnya. Kami fokus pada peningkatan akses layanan pendidikan, pemerataan kualitas kesehatan, serta transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE),"katanya.

Saat ini Pemkot Baubau mencatatkan sejumlah keberhasilan pada indikator makro ekonomi dan sosial, di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat dari 79,61 poin menjadi 80,29 poin. Kemudian, angka Kemiskinan mengalami penurunan signifikan dari 7,40% menjadi 6,83%. Demikian pula dengan angka pengangguran yang mengalami penurunan menjadi 3,95%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi mengalami pertumbuhan sebesar 4,48%.Serta reformasi birokrasi meningkat drastis dari 56,66% menjadi 67,99%.

Meski mencatat banyak keberhasilan, Pemkot Baubau ungkap Wa Ode Hamsinah Bolu juga mencatat beberapa tantangan, seperti penurunan Indeks Persepsi Anti Korupsi dan kenaikan angka kriminalitas yang akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Wakil Wali Kota Baubau berharap dokumen LKPJ tersebut dapat ditelaah secara mendalam oleh anggota dewan. Rekomendasi, pandangan, dan saran dari DPRD dipandang sebagai catatan penting untuk perbaikan kinerja pemerintah di masa mendatang."Semua yang kita lakukan dilandasi semangat dan niat tulus untuk terus bekerja demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Kota Baubau ke depan," pungkasnya.

Rapat paripurna DPRD Kota Baubau tentang LKPJ tahun 2025 dipimpin langsung Ketua Ardin Jufri dan hadiri wakil ketua Batas Arti Prawira, Adriansyah Farmin, Anggota DPRD dan pimpinan OPD Kota Baubau. (Hasrin Ilmi/Red) 

 

KENDARI,GAGASSULTRA.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi terbentuk. Pembentukan ini disahkan melalui rapat pleno PWI Sultra yang digelar di Sekretariat PWI Sultra, Selasa (07/04/2026).

PWI Kolaka Timur ditetapkan berdasarkan surat keputusan PWI Sultra usai dilaksanakan rapat pleno pengesahan yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI Sultra Sarjono didampingi Sekretaris PWI Sultra Mahdar Tayong, Ketua Dewan Kehormatan Rudy Iskandar serta Wakil Ketua Bidang Organisasi Atto Riyadi.

Selain itu, rapat pleno tersebut juga dihadiri oleh pengurus PWI Kabupaten Kolaka, pengurus PWI Konawe, pengurus Konawe Selatan serta beberapa pengurus PWI Sultra. 

Rapat pleno tersebut menetapkan Dekri Adriadi sebagai Ketua, Marsidin Sekretaris dan Hasrianti selaku Bendahara PWI Kolaka Timur dengan masa jabatan 2026-2029.

Ketua PWI Sultra Sarjono menyatakan bahwa pembentukan PWI Kolaka Timur merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi profesi wartawan di tingkat daerah.

"Pembentukan PWI Kolaka Timur merupakan bagian dari penguatan organisasi profesi di daerah. Sehingga ini sangat penting," jelas Sarjono.

Dikatakan, kehadiran PWI Kolaka Timur diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalis, serta memperluas peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kerja-kerja jurnalistik yang beretika dan bertanggung jawab.

Dengan disahkannya kepengurusan tersebut, PWI Kolaka Timur diharapkan segera menjalankan program kerja organisasi serta memperkuat koordinasi dengan PWI provinsi maupun kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tenggara.

Pembentukan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan organisasi PWI di wilayah Sulawesi Tenggara, sekaligus menjawab kebutuhan akan wadah profesi wartawan di Kabupaten Kolaka Timur.(Hasrin Ilmi/Red) 

 

- Turnamen Sepak Bola Usia Dini Se-Sultra di Kolaka

KOLAKA,GAGASSULTRA.COM – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) CISC Kendari kembali membuktikan tajinya sebagai salah satu lumbung talenta pesepak bola muda terbaik di Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Tampil dominan sepanjang kompetisi, tim berjuluk "Biru Biru" ini berhasil keluar sebagai juara pertama untuk kategori U12 dalam turnamen sepak bola usia dini yang digelar di Pomala, Kabupaten Kolaka, Minggu (05/04/2026).

CISC Kendari sejak awal kompetisi di babak penyisihan grup menunjukan dominasinya dengan permainan kolektif rapi dan menyerang hingga menembus final. 

Di partai final yang berlangsung sengit, CISC Kendari awalnya mengimbangi permainan tim lawan dari SSB AS10 Konawe dengan skor imbang 1-1. Setelah melewati waktu normal dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam Adu Pinalti dan Tim Cisc Kendari berhasil menumbangkan tim lawan dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan ini disambut haru oleh para orang tua pemain dan jajaran manajemen yang hadir langsung memberikan dukungan di pinggir lapangan. 

Pelatih SSB Cisc Kendari, Fendi menyatakan, prestasi ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari latihan keras yang konsisten.

"Gelar juara ini adalah kado untuk kerja keras dan konsistensi anak-anak selama latihan di Kendari. Di usia dini, yang terpenting bukan hanya menang, tapi bagaimana mereka bermain dengan disiplin, sportif, dan menikmati pertandingan," ungkapnya. 

Lebih lanjut Fendi menjelaskan keberhasilan ini tak terlepas dari dukungan para orangtua yang sejak awal selalu mendampingi baik di sesi latihan maupun turnamen.

"Ini juga tak terlepas dari dukungan orangtua yang selalu mengawal untuk memberi support pada anak mereka hingga Cisc Kendari bisa memberikan yang terbaik," tutupnya.

Selain menyabet gelar juara satu untuk kategori U12, Cisc Kendari juga membawa Tim nya sebagai juara 3 dalam kategori U10, serta penghargaan kepada Pemain terbaik (The Best Player) atas nama Khalil Al Ghifari dan Kiper terbaik diraih oleh Muhammad Rafi Sulaiman.

Kemenangan di Kolaka ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain muda di Kendari terlebih sang juara akan melanjutkan pertandingannya di Event Nasional yang rencananya digelar di Sulawesi Selatan.

Turnamen di Kolaka ini sendiri diikuti oleh puluhan tim SSB dari berbagai kabupaten/kota di Sultra, menjadikannya salah satu barometer penting perkembangan sepak bola usia dini di Bumi Anoa. CISC Kendari pun optimis dapat terus menyumbangkan bibit-bibit unggul untuk kemajuan sepak bola Sultra di kancah nasional.(Hasrin Ilmi/Red) 

 

Halaman 1 dari 74

Pencarian